1. Konsumsi Garam Berlebihan
Makanan tinggi garam dapat mengganggu keseimbangan natrium dalam tubuh, menyebabkan retensi air, dan meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan mengonsumsi makanan kemasan, fast food, atau camilan asin tanpa kontrol bisa menjadi pemicu utama hipertensi.
Saat stres, tubuh memproduksi hormon seperti adrenalin dan kortisol yang membuat pembuluh darah menyempit dan jantung berdetak lebih cepat. Jika terus berulang, kondisi ini dapat memicu tekanan darah tinggi kronis.
3. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau malas bergerak membuat pembuluh darah kurang elastis dan jantung bekerja lebih keras. Olahraga teratur justru membantu melancarkan aliran darah dan menjaga tekanan tetap stabil.
4. Kebiasaan Merokok dan Alkohol
Zat kimia dalam rokok merusak dinding pembuluh darah, sementara alkohol berlebihan memicu penyempitan pembuluh darah. Keduanya adalah kombinasi berbahaya yang mempercepat kerusakan sistem kardiovaskular.
Jika ada riwayat hipertensi dalam keluarga, Anda lebih berisiko mengalaminya. Meski genetik tidak bisa diubah, pola hidup sehat bisa mengurangi dampaknya.
Berat badan berlebih membuat jantung bekerja ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Lemak berlebih juga memicu peradangan yang memperburuk kondisi pembuluh darah.
7. Penyakit Ginjal atau Diabetes
Gangguan ginjal mengganggu regulasi cairan dan garam, sedangkan diabetes merusak pembuluh darah. Keduanya sering kali berjalan beriringan dengan hipertensi.